Get paid To Promote at any Location

Rabu, 11 Mei 2011

a scrumble written in green black

Pembangunan gedung DPR yang menghabiskan dana sebesar 1 triliun lebih sangat memprihatinkan nasib masyarakat.sebagai Dewan Perwakilan Rakyat seharusnya, dapat mengidentifikasi permasalahan yang di derita rakyat dan memberikan sumbangsih yang terbaik bagi masyarakat dengan cara mengedepankan kesejahteraan masyarakatnya,tidak seperti DPR saat ini yang tidak memperdulikan kepentingan masyarakatnya dan mereka lebih suka menghambur-hamburkan uang anggaran yang dirasa sudah melampaui batas .

 
Apakah itu tugas seorang DPR??saya kira tidak,sebagai anggota DPR seharusnya peka terhadap keinginan,kebutuhan dan tujuan masyarakat tersebut.Kalau kita lihat realita saat ini,masyarakat miskin semakin terlantar dan banyak anak yang tidak bisa mengenyam pendidikan formal,hal ini dikarenakan terlalu mahalnya pendidikan dan sulitnya orang tua mereka mencari sandang dan pangan. Seharusnya dana anggaran itu dialokasikan kepada masyarakat untuk mengentas kemiskinan dan memperbaiki pendidikan.


Perdebatan panjang masalah ini nampaknya akan semakin di realisasikan sesegera mungkin.Walau sejumlah fraksi memilih walkout dalam siding paripurna kemarin, di gedung rapat DPR, Namun nampaknya ketua DPR ,Marzuki ALie tak menghiraukannya.Presiden pun sempat berpendapat agar di adakan penundaan sampai Indonesia benar – benar siap.Dan, itu pun juga tak di gubris lagi oleh para anggota dewan kehormatan.Sungguh ironis memang melihat kenyataan ini.Meski telah ditunda beberapa waktu lalu, toh akhirnya rencana pembangunan gedung DPR super mewah itu Siap Maju jalan.
Tidakkah para dewan itu menangis , ketika melihat anak - anak bangsa yang masih dalam angka gizi buruk tinggi, pendidikan yang tidak merata, dan recehan uang dikumpulkan di pinggir – pinggir jalan raya demi untuk menyambung hidup?? Padahal mereka, Anggota DPR pun tidak sepenuhnya jujur melaksanakan tugas.Ini terbukti akhir – akhir ini, seperti yang telah ramai menjadi perbincangan public, seorang anggota DPR dari fraksi PKS asyik menonton video porno di tengah – tengah sidang Paripurna.Pun setelah dikonfirmasi, dia mengiyakan dan mengakui perbuatannya,Namun dengan seribu alasan jitu yang dikeluarkan.Inikah moral para Anggota Dewan kehormatan kita yang dulu kita sanjung – sanjung saat masa kampanye hanya karena amplop yang di berikan sebelum berangkat ke TPS??
Pada kondisi seperti ini, seharus nya kekuatan rakyat adalah yang terbaik.Dan jika rakyat tidak memberi restu, apakah ini harus tetap dijalankan??? Mengingat para anggota dewan itu adalah dipilih rakyat.Dan kini, ketika mereka bertugas membela atas nama rakyat, kepentingan mereka yang didahulukan,Dimana hati para Dewan itu kini,??? Janji – janji masa kampanye dulu sirna seiring dengan kepentingn perut yang dinomor satukan.Kenyataan yang pahit, dan kita, rakyat intelek apakah harus menelannya mentah – mentah???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOUND OF HUMAN RIGHT © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute