Tak asing lagi ketika kita mencoba mendesripsikan sosok perempuan .sosok yang multi tafsir ketika seseorang mencoba mendescripsikannya.berangkat dari gerakan perempuan yang semakin marak dan nyata.berbagai spekulasi mengenai perempuan terus – terusan mendapat ekspos yang di tinjau dari berbagai sudut.
Seiring dengan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan tekhnologi.Perempuan menjadi salah satu subjek dan objek yang memgang peran penting .seperti maraknya pegawai – pegawai yang memakai atau menggunakan perempuan untuk memberi nilai plus pada usahanya.dan pada akhirnya, keuntungan besar akan bersandar ditangan para pembuat usaha dan pemodal – pemodal besar.
Banyak komentar yang menyebutkan kalau perempuan adalah korban.korban produk kapitalis yang makin marak berkembang.banyak kita lihat, sebagian produk – produk kapitalis diperuntuikkan untuk perempuan . perempuan itu menjadi penikmat perkembangan tekhnologi.seperti, model sytle yang selalu berubah menyesuaikan perkembangan pasar, dan hal itu tetap saja diikuti dan ditiru oleh perempuan – perenpuan dengan dalih mengikuti perkembangan zaman.padahal di balik itu, para pemilik modal sangat puas akan keuntungan yang melimpah .
Perempuan selalu saja di eksploitasi oleh orang - orang yang berkepentingan.sebut saja para pekerja pabrik yang notabene merupakan pemanfaatan perkembangan tekhnologi,mereka mendominasi.tak cukup disitu, ditingkat lebih elit lagi, perempuan di jadikan ikon – ikon produk iklan suatu barang untuk menambah nilai plus ketertarikan konsuman terhadap barang tersebut.dan perempuan hanya meng-IYA-kan saja, dengan alasan demi memenuhi kebutuhan hidup.Tanpa memikirkan dampak dari suatu tindakan yang mereka ambil.Dan akan sangat kotrakdiktif jika dibenturkan dengan kenyataan bahwa para pemilik modal itu hanya menganggap mereka itu hanya budak.Padahal tanpa perempuan mereka tidak dapat megembangkan usaha yang mereka miliki.
Dan apakah perempuan hanya akan diam saja dengan keadaan yang telah dilimpahkan pada diri mereka.Sebegitu lemahkah perempuan yang tak diberi ruang yang seluas laki-laki ? Padahal perempuan memiliki potensi yang sangat kompleks dibanding laki-laki.Semua yang berkaitan dengan perempuan selalu memiliki nilai jual yang sangat tinggi, dan dari situlah kaum kapitalis menghegemoni kaum perempuan. Dan bagaimana sikap dari seorang laki-laki yang mengeksploitasi kaum perempuan dan menganggap mereka hanya sebagai budak-budak yang ditempatkan di strata paling bawah, padahal perempuan sama dengan laki-laki yang memiliki hak dan wewenangnya masing-masing.
Maka dari bebrapa lasuistik yang muncul itulah, agaknya para perempuan sadar akan pilihannya yang diambil.Dan tak cukup disitu maka kemudian para pemanfaat kapitalis ini juga harus secara sadar mengubah mindset nya terhadap perempuan.Yang pada akhirnya keduanya akan saling membutuhkan satu sama lain.Jika semuanya itu bisa terlaksana, sungguh sangat harmonis nya kehidupan ini.Satu sama lain secara akan secara sadar dalam mengambil sikap dan memikirkan segala akibat yang mungkin ditimbulkan atas pilihannya itu.Dan tak akan lagi pelanggaran – pelanggaran hak asasi di muka bumi ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar